Home Advetorial Gempa Guncang Kupang, Pegawai PN Kupang Panik hingga Lari Keluar

Gempa Guncang Kupang, Pegawai PN Kupang Panik hingga Lari Keluar

413
0
SHARE

KupangĀ – Gempa bumi di wilayah Laut Timor diguncang dua kali, mengejutkan Warga Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur NTT, pada Selasa (28/8/2018) pukul 14.40 WITA, karena getarannya yang kuat.

“Gempa pertama terletak pada koordinat 10,89 LS dan 124,09 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 93 km arah selatan Kota Oelamasi, Kabupaten Kupang, NTT, dengan kedalaman 10 km. Sedangkan gempabumi yang kedua berjarak 8 km arah selatan dari gempa pertama,” Kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, S.T, Dipl. Seis, M.Sc, saat di konfirmasi 11maret.com.

Dia mengatakan, dari laporannya, gempa dirasakan hingga di Kota Kupang.

Dari hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi yang pertama terjadi pukul 14.08.11 WIB dengan kekuatan M=6,2 sedangkan gempabumi kedua terjadi pukul 14.13.29 WIB dengan kekuatan M=5,8.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, kedua gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas tektonik di outer-rise. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi di wilayah Laut Timor ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar naik (Thrust Fault).

Dampak gempabumi berdasarkan Peta Tingkat Guncangan (Shakemap BMKG) dan laporan dari masyarakat menunjukkan bahwa guncangan dirasakan di kota Kupang dan kabupaten Kupang dalam skala intensitas II SIG-BMKG (II-III MMI). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami.

Hingga pukul 14.40 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock) sebanyak 3 kali. Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Hingga saat ini, belum terjadi aktivitas gempa bumi susulan, sedangkan pihaknya mengimbau masyarakat tetap tenang dan terus mengikuti arahan BPBD dan BMKG. Khusus masyarakat di daerah pesisir diimbau tidak terpancing isu karena gempa bumi itu tidak berpotensi tsunami.

Beberapa orang pegawai Pengadilan Negeri Klas 1A Kupang, yang tak mau namanya dikorankan, mengaku saat itu sedang duduk di depan meja komputer. Dia menuturkan, gempa menyentak dan membuat mereka langsung lari ke luar ruangan.

“Gempanya cukup getaran dirasakan dalam ruangan.

Berdasarkan pantauan 11Maret.com di halaman Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang, usai gempa, seluruh pegawai dan para hakim terlihat berada di luar ruangan untuk menyelamatkan diri.

(Smr/smt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here