Home Ekbis Gara – Gara Blokir Rekening Nasabah, Bank NTT Cabang Sabu Raijua ‘Terancam...

Gara – Gara Blokir Rekening Nasabah, Bank NTT Cabang Sabu Raijua ‘Terancam Disita’

1340
0
SHARE

Kupang, Sebelas Maret.com – Gara – Gara melakukan Pembokliran secara sepihak terhadap rekening milik nasabah, Bank Pembangunan Daerah Bank NTT, cabang Kabupaten Sabu Raijua (Sarai) Nusa Tenggara Timur NTT ‘terancam disita’.

Demikian di sampaikan tim kuasa hukum PT. Rimba Mas, Bobby Hartono Tantoyo selaku direktur. Lesly Anderson Lay, SH saat di konfirmasi wartawan di halaman gedung Kantor Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang, Jl. Palapa, kelurahan Oebobo, Kota Kupang pada, Senin (4 Maret 2019).

Menurut Lesly, kliennya sebagai Penggugat memiliki rekening Giro di Bank NTT cabang sabu Raijua, bahwa untuk pekerjaan Jalan pantai bali menuju Menuju Pelabuhan Biu, kecamat Sabu Timur. Penggugat menerima pembayaran untuk pekerjaan tersebut dan uang yang masuk ke rekening milik PT. Rimba Mas sebesar Rp. 1, 8 Milyar, akan tetapi bank NTT secara sepihak dan secara melawan hukum melakukan pemblokiran atas uang dalam rekening milik nasabah.

” Klien kami mau cairkan dana sebesar Rp. 500 juta dengan cek nomor bank BP 1293774 melalui BRI cabang Kupang dengan nomor rekening 021.01.13.000275-1 atas nama Boby Hartono Tantoyo, tetapi tidak dapat dicairkan karena diblokir tanpa alasan yang jelas, ”ujar Lesly.

Ia mengatakan, tindakan Bank NTT yang bertentangan dengan peraturan Bank Indonesia Nomor 2/19 / PBI / 2000 pasal 12 ayat (1) dan ayat (2) tentang persyaratan dana dan tata cara pengajuan permintaan izin atau izin resmi yang dikeluarkan bank rahasia, yang terkait dengan pemblokiran dan atau penyitaan simpanan atas nama seseorang yang menerima penyimpan yang telah disetujui tersangka atau terdakwa oleh polisi, jaksa atau hakim dapat dilakukan sesuai dengan peraturan-undangan yang berlaki tanpa memerlukam izin dari pimpinan Bank Indonesia.

“Sesuai ketentuan tersebut, maka pemblokiran hanya dapat dilakukan atas klien saya yang ditentukan tersangka atau terdakwa oleh polisi, jaksa atau hakim,” katanya. Perbuatan Melawan Hukum.

Hal yang sama, disampaikan Lesly Anderson Lay, SH, Arnol J. F Syah, SH, M. Hum bersama Petrus Ufi, SH selaku anggota tim kuasa hukum mengatakan, tindakan pemblokiran yang dilakukan oleh Bank NTT merupakan tindakan melawan hukum karena bertentangan dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 1/19 / PBI / 2000.

“Ketika di tanya soal bagaimana dengan tuntutan dalam materi gugatan selain ganti rugi, ia mengatakan bahwa mereka juga meminta sita jaminan terhadap Bank NTT Cabang Sabu Raijua,” kata Arnold.

Ia merincikan, akibat pemblokiran itu, klien mereka memperbaikinya baik materiil maupun immateriil. Kerugian materiil tidak bisa dicairkan dama sebesar Rp.500 juta dan tidak bisa digunakannya dana yang tersedia dalam rekening tersebut untuk pekerjaan di Kabupaten Sabu.

Sementara kerugian immateriil merupakan nama baik dari direktur PT Rimba Mas Indah dan perusahaa menjadi tercemar, kredibilitas perusahaan menjadi tidak baik dalam perbankan dan juga mempermasalahkan waktu, tenaga dan pikiran.

“Kerugian materiil sebesar Rp.1.816.484.746 miliar dan keruguan immateriil sebesar Rp.15 miliar. Karena kerugian ini maka Bank NTT harus mengganti kerugian yang telah dialami, ”tegas Arnold.

(Mrt/smr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here