Home Ekbis Hebat! Layangkan Somasi, PT Bumi Putera Kupang Melakukan Pembayaran Klaim Nasabah

Hebat! Layangkan Somasi, PT Bumi Putera Kupang Melakukan Pembayaran Klaim Nasabah

638
0
SHARE

Kupang, Sebelas Maret.com – Perusahaan PT AJB Bumi Putera 1912 Kupang, yang beralamatkam di Kelurahan Naikoten I, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur NTT mulai respons cepat atas somasi yang dilayangkan oleh kuasa hukum dari salah satu nasabah kepada Direktur PT. AJB Bumi Putera.

“Ya mereka sudah ada respons terhadap somasi yang di layangkan oleh klien Marluisye J. E. Letik,”kata Tommy Jacob,SH. Saat di konfirmasi Sebelas Maret.com, Rabu (6 Maret 2019) sore tadi.

Dari pengakuan Tommy bahwa klaim Asuransi yang telah habis masa perjanjian asuransi tersebut setelah di layangkan Somasi pada hari senin tanggal 4 Maret 2019 pihak PT Ajb Bumi Putera 1912 kupang telah melakukan Pembayaran Klaim pada tanggal 6 Maret 2019 yang dibuktikan melalui sms banking yang masuk sebesar Rp. 14.669.000 sesuai jumlah klaim nasabah Marluisye.

Sesosok Pengacara muda Tommy Jacob, yang dipercayakan sebagai Kuasa Hukum Marluisye Letik mengatakan, sangat puas dengan Kerjasama dari PT AJB Bumi Putera 1912 Kupang yang telah melakukan Pembayaran atas klaim Asuransi yang telah habis masa perjanjian asuransi,”ujarnya.

Diberitakan Sebelumnya, Marluisye J. E Letik Seorang Aparatur Sipil Negara ASN di NTT, Layangkan Somasi ke PT Ansuransi Jiwa Bersama Bumi Putera 1912 Kupang, yang beralamatkan di Kelurahan Naikoten I, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang lantaran tak di Bayar.

Demikian disampaikan Marluidye J. E Letik, melalui kuasa hukumnya Tommy Yakob, SH, saat gelar jumpa pers di Kantornya di Jl. A. Yani, Kelurahan Oeba, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Senin (4/3/2019).

Tommy Jacob mengatakan, kronologis itu berawal ada perikatan polis asuransi milik Marluisye J.E Letik dengan nomor polis 2001319695 masa kontraknya terhitung sejak 1 Juli 2001 dan berakhir pada 1 Juli 2017. Namun, ketika klaim pencairan dana asuransi sebesar Rp 14.669.000 juta diajukan sejak 4 Juli 2018, pihak PT Asuransi beralasan masih menunggu keputusan kantor pusat.

“Klien kami sudah surati juga OJK NTT, tetapi pihak asuransi sampai sekarang belum lakukan pencairan, sehingga kami ajukan somasi,” ujar Tommy.

Ia mengatakan, sesuai pasal 23 ayat (1) PP Nomor 73 Tahun 1992 tentang penyelanggaraan usaha peransuransian yang mengatakan perusahaan asuransi dilarang melakukan tindakan memperlambat penyelesaian atau pembayaran klaim.
Jika melanggar, maka pihak perusahaan akan mendapat sanksi pembatasan kegiatan usaha dan sanksi pencabutan izin usaha sesuai pasal 37 PP Nomor 73 Tahun 1992.

“Kami erharap PT Asuransi segera menyelesaikan pembayaran klaim habis kontrak milik nasabah. Jika dalam waktu 7×24 jam tidak diindahkan maka pihaknya akan mengambil upaya hukum.
“Terhitung sejak somasi ini diterima, jika tidak kami tempuh langkah hukum,” tandasnya.

(mrt/smr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here