Home Nasional Dituding Berpolitik Busuk dan Profesi Ganda, Oknum Lurah Tak Mau Berkomentar

Dituding Berpolitik Busuk dan Profesi Ganda, Oknum Lurah Tak Mau Berkomentar

975
0
SHARE

Kupang, Sebelas Maret.com – Dituding berprofesi Ganda dan politik busuk, salah satu oknum Lurah DS di Kecamatan Oebobo, Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur NTT tidak mau berkomentar soal dirinya terlibat berpolitik.

Oknum Lurah DL, ketika di Konfirmasi Sebelas Maret.com pada, senin (11 Maret 2019) pukul 12. 14 Wita, melalui Via Hanphone Genggamannya menyatakan bahwa dirinya tidak mau berkomentar lebih panjang soal dirinya terlibat berpolitik busuk dan profesi ganda untuk kepentingan salah satu nyaleg dari Dapil Kecamatan Oebobo dari Partai Demokrat itu.

“Ade.. saya hanya sebagai pemerintah setempat atau kepala wilayah jadi pejabat siapa saja yang datang dirinya selalu siap untuk menjemput dan mengantar ke tempat yang mereka kunjungi,” kata Oknum Lurah DS sambil meminta Tim Investigasi Sebelas Maret.com agar jangan di besar – besarkan persoalan yang ia alami, apa lagi sudah viral di media sosial (Medsos).

Ketika di tanya soal foto dan status yang didapat tim Investigasi saat pertemuan dirinya bersama salah satu caleg dan warga, DS menjawab itu kan saya sebagai Lurah jadi wajar kalau dirinya berkunjung untuk mengantar. Terkecuali dirinya melakukan kampanye atau naik di atas panggung,”Tegasnya.

Ditanya mengapa Pak Lurah masuk keluar rumah warga bersama salah satu nyaleg DPRD Kota Kupang, dapil Oebobo dari Partai Demokrat Cris Matutina, ia menjawab bahwa itu saya tidak bisa berkomentar lebih lanjut adik saya masih urus perbankan,”Ungkapnya singkat sambil mematikan hanphonenya.

Diberitakan sebelumnya, Seorang Lurah berninsial DS di Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur NTT mempunyai profesi ganda dan politik busuk di Pemilihan calon anggota legislatif DPR, DPRD, DPR RI yang akan dilaksanakan serentak pada 17 April 2019 mendatang.

Atas mainan tersebut, secara diam – diam oknum Lurah berininsial (DS) masuk keluar rumah dengan menggunakan lambang soke didada untuk memenangkan si jagoannya yang saat ini sedang mengikuti pertarungan di pemilihan Legislatif.

Oknum Lurah DS melakukan drama yang mencitrakan bahwa ia selalu baik dan selalu dipercakan warga di Kecamatan Oebobo, padahal senyatanya itu hanya pencitraan belaka. Dengan tegas dan Tumbak pun menusuk kepada seorang penghianat warga Kecamatan Oebobo.

Prilaku seorang lurah DS, setiap malam hanya masuk keluar rumah untuk meminta warga mencoblos caleg yang ia bawa. Padahal dirinya baru saja di Lantik Sebagai Lurah Oleh Walikota Kupang dan Wakil Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore dan Hermanus Man.

Seharusnya seorang lurah DS menjalankan tugasnya sebagai pemerintah kelurahan untuk melayani kebutuhan masyarakat, bukannya pergi masuk keluar rumah bersosialisasi untuk kepentingan sang nyaleg DPR tersebut.

Untuk mengungkap mainan politik busuk  di kalangan pemain kelas kakap Lurah DS di pemilihan  Calon Anggota Legislatif itu tim Investigasi Sebelas Maret.com berhasil mendapatkan data – data Lurah tersebut yang sempat naikan status di medsos bahwa “Sore ini. FATULULI KOMPAK ” Bombardir Oebufu. Kris Matutina & HILDA RIWUKORE-MANAFAE Harga Mati,” Unggahnya DS.

Untuk membuka kedok busuk sang Salah Satu Lurah di Kecamatan Oebobo Tim Investigasi Sebelas Maret.com akan membedahnya secara berkelanjutan pada, Selasa 12 Maret 2019 untuk membuka prilaku busuk yang dilakukan sang Lurah. Bertobatlah…..

Oleh: Bang Semar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here