Home Hukrim Pelaku Prostitusi Online di Kupang Dengan Tarif 500 Ribu Diringkus Polisi

Pelaku Prostitusi Online di Kupang Dengan Tarif 500 Ribu Diringkus Polisi

777
0
SHARE

Kupang, Sebelas Maret.com – Sudah jatuh tertimpa tangga. Pelaku prostitusi online di Kota Kupang diringkus jajaran Kepolisian Polda Nusa Tenggara Timur NTT karena melibatkan anak – anak baru gede (ABG).

Dua pelaku mucikari yang diringkus polisi yakni MD alias AB (22) dan YDP alias DD (40). Pelaku menawarkan lima perempuan muda asal Kota Kupang melalui aplikasi MI Chat,” ungkap Kanit I Subdit IV Renakta AKP Tatang P Panjaitan, yang didampingi penyidik Ipda Jafar Alkatiri dan AKP Ketut saat memberikan keterangan pers di Mapolda pada, Kamis (14/3/2019).

Ia mengatakan, lima anak baru gede (ABG) yang ditawarkan kepada pria hidung belang itu yakni HN (18), MWH (22), IML (22), MB (21) dan NP (20).

Menurut Tatang, dua orang pelaku ditangkap, setelah pihaknya melakukan pengembangan kasus itu.
“Tarifnya Rp.500 ribu sekali kencan. Mucikari mendapat potongan Rp 100 ribu,” katanya.

Kasus itu terungkap, setelah pihaknya mendalami informasi yang beredar melalui media sosial Facebook, soal maraknya prostitusi online di NTT.

Setelah itu kata Tatang, pihaknya melakukan penyelidikan dan berhasil mendapati para korban sedang melakukan hubungan intim di salah satu Hotel di Atambua, Kabupaten Belu.

“Pengakuan dari para korban, mereka dijual ke lelaki hidung belang oleh MD dan YDP, yang juga adalah mucikari,” katanya.

Berdasarkan keterangan para korban, polisi kemudian bergerak cepat dan menangkap dua pelaku tersebut di kediamannya mereka di Kota Kupang.

Selain menangkap para pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yakni uang tunai Rp 3,8 juta, tiga telepon genggam, tumpukan tisu bekas pakai, kondom dalam kemasan dan bekas pakai dan celana dalam serta barang bukti lainnya.

Kedua pelaku, saat ini ditahan di Mapolda NTT dan dijerat dengan Pasal 296 KUHP Junto Pasal 506 KUHP atau Pasal 27 Ayat 1 Junto Pasal 45 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2006 Tentang ITE dengan ancaman hukuman paling lama enam tahun penjara.

 (OK/smr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here