Home Ekbis PN Kupang Gelar Sidang Gugatan PT Rimba Mas Indah Terhadap Bank NTT

PN Kupang Gelar Sidang Gugatan PT Rimba Mas Indah Terhadap Bank NTT

365
0
SHARE

Kupang, Sebelas Maret.com – Majelis Hakim Pengadilan Negeri PN Kelas 1A Kupang, Nusa Tenggara Timur NTT, Jl Palapa, Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, gelar sidang kasus pemblokiran rekening milik nasabah oleh Bank Cabang Kabupaten Sabu Raijua.

Sidang berlangsung di ruangan Cakra Lantai I, di Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang dengan agenda sidang perdana pada, rabu (13 Maret 2019).

Sidang dipimpin ketua majelis hakim, A A Made Aripathi Nawaksara, SH, MH didampingi dua hakim Anggotanya Budy Ariono, SH, MH dan Anak Agung Gede Oka, Sementara Direktur PT. Rimba Mas Indah, Boby Hartono Tantoyo didampingi oleh tim kuasa hukumnya, Lesly Anderson Lay, SH, Tommy Yakob, SH, Petrus Ufi, SH Arnold Johni Felipus Sjha, SH dan San Fatu, San Albrenus Fatu, SH, hadir pula tiga staf dari bagian Hukun bank NTT.

Usai Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang, Lesly Lay selaku tim kuasa hukum Rirektur PT Rimba Mas Indah mengatakan, Pihak Bang NTT Cabang Sabu Raijua sebenarnya tidak memiliki niat baik untuk menginformasikan atau memberikan klarifikasi setelah kliennya beberapa kali melayangkan surat untuk pertanyakan uang miliknya.

Adapun nomer Rekening milik kliennya sebagai penggugat di Bank NTT Cabang Kabupaten Sabu Raijua No 021.01. 13. 00075-1 atas nama PT. Rimba Mas Indah/ Boby Hartono Tantoyo.

Sedangkan kliennya sebagai penggugat menerima pembayaran untuk paket pekerjaan peningkatan jalan Pantai Bali – Biu, Kecamatan Sabu Timur, Kabupaten Sabu Raijua pada tahun 2017. Namun tanpa alasan yang jelas tergugat melakukan pemblokiran terhadap kliennya.

Atas peristaiwa pembokliran rekening terhadap kliennya sehingga kliennya mengajukan gugatan karena Bank NTT telah mendukung pemblokiran atas nama penerima Boby Hartono selaku Direktur PT. Rimba Mas Indah.

Padahal kliennya memiliki perjanjian pinjaman dengan Bank NTT Cabang Sabu Raijua yaitu pinjaman atas nama PT. Mas Rimba Mas Indah untuk paket pekerjaan peningkatan jalan Bali-Bali tahun anggaran 2017. Perjanjian pinjaman dengan anggaran pekerjaan yang masuk ke dalam rekening PT. Rimba Mas Indah sebesar Rp. 1,816.484.746 miliar.

Namun, pada 6 September 2018, rekening atas nama direktur PT. Rimba Mas Indah tidak bisa mencairkab dana lantaran diblokir Bank NTT secara sepihak.

“Klien saya mau cairkan dana sebesar Rp. 500 juta dengan cek nomor bank BP 1293774 melalui BRI cabang Kupang dengan nomor rekening 021.01.13.000275-1 atas nama Boby Hartono Tantoyo, tetapi tidak dapat dicairkan karena diblokir tanpa alasan yang jelas, ”ujar Lesly untuk analis, Jumat (14/2/2019).

Tindakan Bank NTT yang bertentangan dengan peraturan Bank Indonesia Nomor 2/19 / PBI / 2000 pasal 12 ayat (1) dan ayat (2) tentang persyaratan dana dan tata cara pengajuan permintaan izin atau izin resmi yang dikeluarkan bank rahasia, yang terkait dengan pemblokiran dan atau penyitaan simpanan atas nama seseorang yang menerima penyimpan yang telah disetujui tersangka atau terdakwa oleh polisi, jaksa atau hakim dapat dilakukan sesuai dengan peraturan-undangan yang berlaki tanpa memerlukam izin dari pimpinan Bank Indonesia.

“Sesuai ketentuan tersebut, maka pemblokiran hanya dapat dilakukan atas klien saya yang ditentukan tersangka atau terdakwa oleh polisi, jaksa atau hakim,” katanya. Perbuatan Melawan Hukum.

Pemblokiran yang dilakukan oleh Bank NTT merupakan tindakan melawan hukum karena bertentangan dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 1/19 / PBI / 2000.

Akibat pemblokiran itu, klien mereka memperbaikinya baik materiil maupun immateriil. Kerugian materiil tidak bisa dicairkan dama sebesar Rp.500 juta dan tidak bisa digunakannya dana yang tersedia dalam rekening tersebut untuk pekerjaan di Kabupaten Sabu.

Sementara kerugian immateriil merupakan nama baik dari direktur PT Rimba Mas Indah dan perusahaa menjadi tercemar, kredibilitas perusahaan menjadi tidak baik dalam perbankan dan juga mempermasalahkan waktu, tenaga dan pikiran.

“Kerugian materiil sebesar Rp.1.816.484.746 miliar dan keruguan immateriil sebesar Rp.15 miliar. Karena kerugian ini maka Bank NTT harus mengganti kerugian yang telah dialami, ”tandasnya.

(Ola/smr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here