Home 11MaretTV Masyarakat Raijua Rayakan Pesta Adat Dabba Ae

Masyarakat Raijua Rayakan Pesta Adat Dabba Ae

729
0
SHARE

Raijua – Masyarakat Pulau Raijua, Kecamatan Raijua, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur NTT, merayakan pesta adat Dabba Ae pada, Minggu 7 April 2019.

Disaksikan Sebelas Maret.com kegiatan adat yang sakral tersebut berlangsung secara aman dan tertib walaupun suasana diguyur hujan lebat serta di ikuti oleh ratusan peserta dan ribuan penonton.

Di sela – sela kegiatan, Pau Dea Sebagai Deo Rai Nadibu Raijua mengatakan bahwa kegitan ini merupakan kegiatan Rutin yang dilakukan di wilayah adat Raijua serta sangat sakral.

” kegiatan ini Tiap tahun harus dilakukan dan itu diatur berdasarkan kelender adat yang jatuh pada Warru Dabba atau dalam kelender masehi sekitar bulan april”ujar Deo Rai Pau Dea atau Tuhan dunia.

Menurut Bai Deo, kegiatan ini merupakan kegiatan Sabung ayam adat yang dilakukan oleh sekitar 38 Kelompok ADA MANU yang pembentukannya dari kelompok Udu dan Kerogo yang ada di Pulau Raijua,”katanya.

Ritual Adat Dabba Ae Raijua memiliki sejarah tersendiri bagi orang Raijua yaitu ritual perdamaian, yang mana zaman dulu dipulau Raijua sering terjadi perang atau pertikaian hingga jatuhnya korban jiwa, oleh karena itu seluruh Mone Ama bersepakat untuk melakukan musyawara mufakat untuk mecari solusi terhadap fonomena tersebut dan akhirnya disepakatilah bahwa perang manusia tersebut digantikan oleh Sabung ayam adat.

“Ritual ini merupakan ritual yang muncul ketika orang Raijua memahami bahwa kita tidak boleh berperang dan akhirnya di ganti dengan Piu Manu”ujarnya

Sementara Sala satu peserta Ritual dari Ada Manu Nadaibu, Melkianus Huke Lomi,ketikan diminta tanggapannya mengatakan bahwa momen hari ini menjadi bukti bahwa persaudaraan, persatuan , kesatuan itu akan menciptakan perdamaian, sehingga ia berharap agar generasi – generasi yang akan datang tetap melestarikan budaya ini,”harapan Melkianus.

Terpisah, Jefrison Hariyanto Fernando sebagai Sala satu Pegiat Budaya Sabu mengatakan, Ritual Tali Manu Dabba itu merupakan bentuk dari Resolusi konflik yang telah dilakukan oleh orang Raijua Ribuan tahun yang lalu, selain itu, jika kita bicara tentang HAM, Maka sejak Ribuan tahun yang lalu Orang Sabu Raijua sudah punya rasa peduli dan menjunjung tinggi terhadap HAM kususnya Hak Hidup Seseorng dan ini harus tetap dijaga dan dilestarikan oleh seluruh anak cucu orang Sabu Raijua.

“Menurut Jefrison, ini salah satu kebanggaan sebagai orang Sabu Raijua, yang mana orang Sabu dan Raijua ini sudah memahami apa itu HAM walaupun nenek moyang kita waktu itu belom sekolah dan ini bentuk dari Resolusi konflik dan proses musyawara mufakat memutuskan ritual ini menjadi awal orang Sabu Raijua mendeklarasikan dirinya sebabgai sala satu suku di dunia yang peduli terhadap Hak Hidup sesamanya dan peduli Perdamaian” ujar Nando

Kegiatan diawali dengan pemukulan gong dan tambur oleh Kelompk Ada Manu yang bernama ADA Dadi yang merupakan Kelompok Ada yang dipimpin oleh Deo Rai Nadega dan dilanjutkan dengan Tahapan Ritual Peharo atau pelepasan ayam pertama antara peserta dari Kubuh Raijua bagian atas atau Raijua Dida melawan peserta dari Kubuh Raijua bagian bawah atau Raijua wawa.

(Jfn/smr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here