Home Hukrim Anak Pejabat Pemprov NTT Terseret Narkoba, JPU Tuntut Ringan Ada Apa?

Anak Pejabat Pemprov NTT Terseret Narkoba, JPU Tuntut Ringan Ada Apa?

1597
0
SHARE

Kupang, Sebelas Maret.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Kota Kupang menuntut dua terdakwa, yang tersangkut kasus narkoba ini merupakan anak seorang pejabat di Lingkup Provinsi NTT, Diony Constantyn Porsiana dan Niko Whitford selama satu tahun penjara di Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang Jln. Palapa, Kelurahan Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur NTT pada, rabu (10 April 2019).

Disaksikan Sebelas Maret.com, sidang berlangsung di Ruangan Cakra Lantai I, yang dipimpin oleh hakim Nuril Huda SH,M.Hum, hadir pula jaksa penuntut umum, Siska Marpaung SH,MH, sedangkan dua terdakwa anak pejabat di Lingkup Pemprov NTT, Diony Constantyn Porsiana dan Niko Whitford didampingi oleh kuasa hukumnya Luis Balun, SH.

Dalam surat tuntutan Jaksa penuntut umum JPU, yang dibacakan Siska Marpaung, SH, MH, dua terdakwa telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana penyalahunaan Narkotika merek Ganja.

Mirisnya, dua terdakwa yang tersangkut barang haram norkotika merek ganja itu hanya dituntut satu tahun penjara meski barang bukti begitu banyak dengan alasan hanya pengguna.

Pertimbangan lain yang dimaksud JPU, terdakwa belum pernah tersangkut masalah pidana.

Ringannya tuntutan kepada dua terdakwa tersebut justru mengundang pertanyaan sejumlah pengungjung  di Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang, bahwa JPU diduga sedang “Masuk Angin” atau ada main mata dengan keluarga terdakwa.

Sebelumnya, kedua terdakwa diciduk pada 30 September 2018 saat berpesta Narkotika merek Ganja oleh aparat kepolisian Ditresnarkoba Mapolda NTT. Dari saku celana kedua terdakwa polisi menemukannya barang bukti berupa 1 Bungkus Rokok sacakanah berisikan 2 linting Narkoba jenis ganja, 1 buah plastik klip bening yang berisikan Narkotika berjenis ganja, 1 Buah Alat Linting, 2 buah pemantik, 1 buah plastik kecil berwarna hitam silver yang bertukiskan “GIVE FROM GOD GROW” yang berisikan Narkoba Jenis Ganja.

Selain itu, Polisi mengamankan 14 buah bungkus kertas merek BUFFALO BILL, 14 buah bungkus kertas merek GIZEH, 1 buah HP Azuz tipe Zsenfonne 3 dengan nomer Kartu SIM 085216141895.

Dari hasil penyelidikan Polisi, DCP juga disebutkan melakukan transaksi melalui toko online dengan pembayaran via transfer bank. Empat kali ia melakukan transaksi dengan toko online via instagram pada Planet Rooms dan lima kali melakukan transaksi pada Etspikol.

Untuk transaksi pertama pembayaran dilakukan melalui rekening Bank BTPN kepada Fahmi Nazzarudin, sedangkan pada transaksi kedua melalui rekening Bank BCA kepada Muhammad Safahri.

Paket tersebut kemudian dikirim ke alamat rumah DCP melalui jasa pengiriman JNE. DCP kemudian menggunakan ganja tersebut dengan cara dicampur tembakau.

Kedua tersangka Diony Constantyn Porsiana dan Niko Whitford alias Niko itu dijerat polisi dengan Junto pasal 1111 pasal 112 dan pasal 127 Undang-Undang Narmotika Nomer 35 Tahung 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman kurungan di atas 9 tahun Penjara.

Tampak hadir mengikuti sidang, ibu kandung terdakwa, Dr Yovita Mitak dan beberapa kerabat. Hadir pula orang tua Niko Whitford.

Usai persidangan, Jaksa Penuntut umum JPU, Siska Marpaung, SH, MH ketika dikonfirmasi wartawan di gedung Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang pada pukul 16.00 wita untuk mempertanyakan mengapa dalam tuntutannya lebih ringan, Siskapun tidak berkomentar, dan ia meminta kepada wartawan jangan memberitakan kasus yang melibatkan dua anak pejabat di lingkup pemprov NTT. “Adik kalau bisa tidak usah tulislah berita tuntutan ini, “kata Siska Marpaung singkat sambil jalan keluar dan pamit pulang.

Video: Dr. Niken Mitak Menyangkal Anaknya Bermasalah Kasus Narkoba.

Oleh: Bang Semar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here