Home Politik Bawaslu Kota Kupang Bakal Tindak lanjuti Kasus Oknum Lurah Yang Berpolitik Praktis

Bawaslu Kota Kupang Bakal Tindak lanjuti Kasus Oknum Lurah Yang Berpolitik Praktis

243
0
SHARE

Kupang — Ketua Badan Pengawas Pemilihan UmumĀ (Bawaslu) Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur NTT, Yulianus Nomleni mengatakan bakal ditindaklanjuti oknum lurah di kecamatan Oebobo berininsial (DNS), yang terlibat politik praktis pada pemilu legislatif 2019.

“Saya akan tindaklanjuti masalah lurah yang berpolitik praktis tersebut,”kata ketua Bawaslu Kota Kupang, Yulianus Nomleni saat dikonfirmasi Sebelas Maret.com di kantor Bawaslu Kota Kupang pada Jumat (10/5/2019).

Nomleni menjelaskan bahwa pemilu baik Pileg maupun Pilpres telah usai pada Tanggal 17 April kemarin dan saat ini masih dalam tahapan pleno rekapitulasi perhitungan suara.

Tugas kami sebagai Bawaslu yakni mengawasi persiapan penyelenggaraan pemilu, mengawasi pelaksanaan tahapan pemilu, dan mengelola, memelihara dan merawat arsip atau dokumen serta melaksanskan penyusutannya berdasarkan jadwal retensi arsip yang di susun oleh Bawaslu dan ANRI.

Yulianus melanjutkan, terkait oknum Lurah DNS yang melakukan politik praktis, kami mempersilahkan untuk membuat laporan agar kami bisa tindak lanjuti.

“Silahkan buat laporan penulisan fom materil dan kami akan tindak lanjuti”, kata Nomleni.

Setiap laporan yang masuk pasti kami akan tindak lanjuti sesuai undang – undang yang berlaku. Entah nanti terbukti atau tidak itu kemudian.

“Terkait dengan sangsi terhadap ASN sangsinya dari komisi ASN bukan dari Bawaslu “, ucap Nomleni.

Lebih lanjutnya, Selain oknum Lurah kami juga, Bawaslu sedang menangani satu kasus dugaan tindak pidana penggelembungan suara dari salah satu Caleg ke Caleg yang lain. Itu terjadi di salah satu TPS di Kecamatan Oebobo.

Selain kasus di atas ada juga beberapa laporan dari masyarakat terkait temuan dan pelanggaran namun kami masi harus berkoordinasi dengan komisioner KPU.

“Jujur bahwa kami sangat keterbatasan anggota. Di Kota hanya tiga orang, di tingkat Kecamatan pun sama tiga orang dan di tingkat Kelurahan hanya satu orang”, jelas Yulianus.

Dalam melakukan pemantauan dan pengawasan pemilu ini tidak hanya memantau ASN tetapi kampanye Caleg dan kegiatan lainnya juga harus kami lalukan. Pungkas Yulianus Nomleni.

(car/smr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here