Home Korupsi Mantan Kadis Yuli Afra Berpeluang Jadi ‘Tersangka’ Kasus Pencucian Uang Proyek NTT...

Mantan Kadis Yuli Afra Berpeluang Jadi ‘Tersangka’ Kasus Pencucian Uang Proyek NTT Fair

897
0
SHARE

Kupang – Mantan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Nusa Tenggara Timur NTT, Ir. Yuli Afra turut terlibat dalam kasus dugaan pencucian uang dana proyek pembangunan gedung NTT Fair yang berlokasi di Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang dengan nilai sebesar Rp. 29,9 Millyar.

Mengapa Tidak, Yuli Afra pada tahun 2018 lalu menjabat sebagai kepala Dinas di Dinas tersebut. Atas peristiwa tersebut Kejaksaan Negeri Tinggi Kejati NTT telah memeriksa sejumlah saksi termasuk mantan Kepala Dinas, Ir. Yuli Afra.

Dari 26 orang saksi yang diperiksa dalam kasus dugaan korupsi senilai Rp 29 miliar tersebut berpeluang jadi tersangka, selain 26 saksi kemungkinan besar mantan Kepala Dinas juga jadi “Tersangka”.

Seperti yang dilansir Realitarakyat.com, bahwa Juru Bicara atau Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Abdul Hakim kepada wartawan belum lama ini menegaskan bahwa sedikitnya 26 orang telah diperiksa sebagai saksi dalam kasus pembangunan NTT Fair.

Abdul mengaku, dari puluhan saksi yang telah diperiksa diantaranya mantan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, Sekda NTT, Ben Polo Maing dan mantan Kadis PRKP NTT, Yuli Afra.

Miris, seluruh saksi yang diperiksa tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejati NTT keterangan mereka menjurus ke beberapa pejabat termasuk mantan Kadis PRKP NTT, Yuli Afra yang bakal menjadi calon tersangka.

“Semua saksi yang diperiksa berpeluang tersangka termasuk, mantan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, Sekda NTT, Ben Polo Maing dan mantan Kadis PRKP NTT, Yuli Afra,” tegas Abdul.

Namun, kata Abdul, kewenangan untuk menetapkan seseorang menjadi tersangka adalah tim penyidik Tipidsus Kejati NTT berdasarkan hasil penyidikan.

Sebelum dilakukan penetapan tersangka, lanjut Abdul, tim penyidik Tipidsus Kejati NTT bakal menggelar ekspose (gelar perkara) didepan pimpinan, Kajati NTT, Dr. Febrie Ardiansyah, SH, MH dana para petinggi Kejati NTT lainnya. “Sebelum penetapan tersangka, penyidik akan gelar perkara dihadapan pimpinan di Kejati NTT,” ungkap Abdul.

Ditambahkan Abdul, penetapan tersangka oleh tim penyidik Tipidsus Kejati NTT berdasarkan fungsi dan peran masing – masing oknum dalam pembangunan proyek NTT Fair bernilai Rp 29 miliar itu.

(rey/smt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here