Home Ekbis 84 Desa Akan Mendapatkan Bantuan Jaringan Listrik di Tahun 2019

84 Desa Akan Mendapatkan Bantuan Jaringan Listrik di Tahun 2019

188
0
SHARE

Kupang – Sebanyak 84 yang tersebar di beberapa Kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur NTT, akan mendapatkan bantuan merupakan jaringan Listrik pada tahun 2019.

“Dalam tahun anggaran 2019, PLN akan membangun jaringan listrik lagi sebanyak 84 Desa dimana paket pekerjaan di Pulau Flores sebanyak 51 dari 256 desa baru untuk tahap pertama hingga bulan April 2019 dan untuk di Lokasi Pulau Timor dan Sumba sebanyak 33 dari 247 desa sudah ditandatangani kontrak kerjanya.

Pembangunan ini bertujuan meningkatkan rasio elektrifikasi di Nusa Tenggara Timur. Itu artinya untuk tahap pertama, jika seluruh pekerjaan berjalan lancar, maka masyarakat pada 84 desa itu akan segera menikmati listrik” ungkap General Manager PLN UIW NTT Ignatius Rendroyoko seperti yang dilansir dari akun facebook wilayah Kupang.

Menurut Ignatius, bantuan ini untuk memperlancar dan mempercepat pelaksaan pembangunan jaringan distribusi ke desa-desa baru. Ini sangat bergantung pada kerja sama masyarakat dan aparat desa masing-masing. Misalnya, masyarakat bekerja sama merelakan penebangan pohon-pohon yang dilewati jaringan listrik, atau mengijinkan lokasi untuk menanamkan tiang listrik,”Uajar dia.

Sementara Simi Lapebesi mengatakan, program listrik perdesaan di PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur, yakni Manager UPPK (Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan) Flores, ada 51 desa dengan Para kontraktor pelaksana saat ini sudah mempersiapkan diri untuk segera memulai pekerjaannya,” tandas Simi Lapebesi.

Sedangkan, Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 27 desa, yakni Desa Poco Lia, Pocong, Lento, Deno, Leong, Golo Wune, Compang Laho, Lenang, Melo, Golo Ndari, Watu Lanur, Compang Weluk Kecamatan Poco Ranaka, Desa Satar Punda, Nampar Tabang Dan Desa Liang Deruk, Satar Punda Barat, Satar Kampas Dan Satar Padut Kecamatan Lambaleda, Desa Ngampang Mas, Dan Desa Balus Permai, Ranamasak, Kecamatan Borong, Desa Compang Kantar, Desa Satar Lahing Dan Desa Lalang, Torok Golo, Kecamatan Ranamese dan Desa Golo Rengket Dan Desa Wangkar Weli di Kecamatan Pocoranaka Timur

Untuk Kabupaten Manggarai sebanyak 9 desa di Desa Desa Golo Ncuang Desa Golo, Barang, Pinggang, Perak, Beamese Lando, Kecamatan Cibal dan Desa Ruis dan Robek,Kecamatan Reok

Kabupaten Manggarai Barat, di Kecamatan Lembor, di Desa Pondo, Kecamatan Lembor Selatan di desa Modo dan Wae Mose.

Untuk Kabupaten Ende, jaringan distribusi akan dibangun di Desa Reka, Kecamatan Ndona, Desa Jeo Dua, Kecamatan Detukeli. Sedangkan di Kecamatan Wewaria, masih di Kabupaten Ende, jaringan listrik akan dibangun di Desa Nuangenda, Wolomuku, Detubela dan Desa Wolooja.

Sedangkan di Kabupaten Nagekeo, tahap awal tahun 2019, akan dibangun di Desa Rendubutowe, Wajomara dan Desa Renduteno di Kecamatan Aesesa Selatan dan Desa Focolodorawe dan Desa Nagerawe di Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo.

Sementara Kabupaten Sikka, listrik akan segera dibangun di Desa Watumerak, Kecamatan Doreng. Serta tiga desa lagi, yakni Desa Parumaan, Kojadoi dan Desa Kojagete di Kecamatan Alok Timur.

Ini dibawah Pengawasan UP2K Kupang yang membawahi Pulau Timor dan Pulau Sumba, yakni Manajer UPPK Kupang, Joko Martono mengakui bahwa sebanyak 33 dari 247 desa untuk tahun 2019 sudah ditandatangani juga kontraknya.

Kabupaten Sumba Timur sebanyak 6 desa, yakni, Desa Karita dan Desa Kuki Talu, di Kecamatan Tabundung. Kemudian di Desa Kataka dan Matawai Maringgu di Kecamatan Kahaungu Eti. Serta di Desa Matawai Amahu dan Lailara, Kecamatan Katala Hamu Lingu.

Kabupaten Timor Tengah Selatan ada 15 desa, di Kecamatan Fautmolo, di Desa Nunukhniti, Desa Sillu, Desa Bileon, Kecamatan Fautmolo, dan Desa Besle’u. Juga di Desa Sini, Kecamatan Amanuban Tiimur. Sedangkan di Kecamatan Ki’e, masih di Kabupaten Timor Tengah Selatan, jaringan listrik akan dibangun di Desa Pilli dan Desa Falas. Di Kecamatan Noebeba ada lima desa yaitu Desa Teas, Desa Oe’ekam, Desa Naip, Desa Oepliki dan Desa Fatutnana. Serta di Desa Kot’olin, Desa Hoibeti dan Desa O’obibi di Kecamatan Kotolin.

Kemudian di Kabupaten Malaka ada 4 desa di Kecamatan Rinhat, yaitu Desa Nanin, Desa Weain, Desa Alala dan Desa Nanebot.

Untuk Kabupaten Rote Ndao, jaringan distribusi akan dibangun di Desa Mbueain, Kecamatan Rote Barat, dan Desa Oebela, Kecamatan Rote Barat Laut.

Sedangkan di Kabupaten Kupang, tahap awal tahun 2019, akan dibangun di Desa Tanini dan Desa Oenailneno di Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang.

Dan di Kabupaten Alor, listrik akan segera dibangun di Desa Alila, Kecamatan Alor Barat Laut. Kemudian tiga desa lagi, yakni Desa Talwai dan Desa Tasi di Kecamatan Lembur serta Desa Kenarimbala, Kecamatan Alor Timur Laut

Rasio elektrifikasi di NTT tahun 2019 akan naik menjadi 90 persen pada akhir tahun 2019 dari jumlah sebelumnya sebesar 71 persen per maret 2019. Ia mengatakan bahwa angka rasio elektrifikasi akan terus ditingkatkan setiap tahun menjadi 100 persen. Sehingga seluruh rumah di setiap desa akan dialiri listrik atau sudah berlistrik.

Dari target 1.200 desa di provinsi kepulaun itu yang akan dialiri listrik tersisa 722 desa yang belum dialiri. Artinya bahwa saat ini baru ada 478 desa yang sudah dialiri listrik, karena ada beberapa kendala yang dihadapi.

Sinergi Perangkat pamerintah Kabupaten sampai ke desa, masyarakat dan PLN sangat dibutuhkan dilapangan demi kelancaran pembangunan listrik desa, mengingat PLN harus kerja cepat dan segera dinikmati oleh masyarakat itu sendiri yang sudah lama merindukan kehadiran Listrik dari PLN, apalagi infrastruktur jalan menuju lokasi desa tersebut cukup menantang tidak semudah jalan- jalan dalam kota tutup Rendroyoko

Saat ini teman-teman PLN telah melakukan Pemasangan Tiang dan Penjumperan dari titik pengambilan untuk melistriki di Desa Lembur tengah dan Desa Lakwati – Kecamatan Alor Tengah Utara – Kabupaten Alor.

(Sumber: Facebook PLN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here