Home Hukrim Ini Reaksi Dandim 1604/Kupang Kumpul Seluruh Rt dan Rw Pasca Bentrok Pemuda...

Ini Reaksi Dandim 1604/Kupang Kumpul Seluruh Rt dan Rw Pasca Bentrok Pemuda Naibonat

337
0
SHARE

Sebelas Maret.com – Pasca bentrok Pemuda dari perguruan silat Kera Sakti dan Setia Hati Terate (SHT) Komandan (Dandim) 1604 Kupang, Nusa Tenggara Timur NTT, Letkol Kav F. X Aprilian S. W., S.Sos temui warga konflik di wilayah Rt 39 Kelurahan Naibonat, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang.

“Kami kumpul seluruh Rt dan Rw di Kelurahan Naibonat,”kata Dandim 1604/Kupang Letkol Kav F. X Aprilian S. W., S.Sos kepada wartawan Pada Rabu (26/6/2019).

Memurut Aprilia, kita lihat lokasinya saat ini terjadi Konflik yang setiap tahun. Akibat dari konflik itulah yang meresahkan masyarakat.“ Dari Jumlah RT dan RW yang hadir 22 orang, di mana turut hadir juga dalam pertemuan ini Kapolsek Kupang Timur, Ipda Feri Nur Alamsyah,”ujar Dandim 1604/Kupang.

Dalam pertemuan tersebut, Dandim 1604/Kupang
meminta kepada seluruh RT dan RW untuk mendata para pemudanya untuk bisa dibina serta mengarahkan kearah yang baik. Kami dari TNI ingin anak anak atau pemuda jangan ada permusuhan dan jangan bentrok lagi.

“kemudian juga bela diri Pencak Silat tidak perlu dibubarkan, tapi kita harus bina dan bisa membuat prestasi. Untuk membina anak-anak kita, tidak cukup hanya Dandim melainkan tokoh masyarakat juga harus terlibat penuh,”tegasnya.

Dalam pertemuan ini, Ketua RW 15 juga memberikan saran bahwa 3 tahun yang lalu kegiatan seperti ini sudah pernah dilaksanakan oleh Bupati Kupang, dan para tokoh masyarakat juga sudah mendata semua warganya, tetapi pada saat pertemuan dengan bupati, para pemuda tidak ada yang mau hadir.

Kalau Bisa harus dihubungi para pimpinanya yang ada di Kupang, karena mereka semua lebih mendengar ketuanya dari pada orang tuanya sendiri, dan semestinya para ketua itu harus dilibatkan dalam pertemuan.

Sedangkan dari Dewan Stasi Gereja Katholik menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sudah sering terjadi dan jikalau bisa dikoordinasikan, maka pihak terkait seperti Koni Pemda harus segera melegalkan perguruan ini, dan apabila melanggar lagi Pemda langsung bekukan.

(Crs/mar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here