Home Dunia Persoalan Distrik Oekusi Butuh Perhatian Pemerintah

Persoalan Distrik Oekusi Butuh Perhatian Pemerintah

137
0
SHARE

Oepoli – Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur NTT yang perbatasan dengan Distrik Oekusi, Timor Leste terlihat belum ada keperhatinan oleh Pemerintah baik pemerintah daerah maupun Pemerintah Pusat

“Persoalan batas wilayah antara kedua Negara tetangga ini perlu ada keseriusan oleh pemerintah,” kata salah Tokoh agama, Romo Yoseph Binsasi Pr, kepada wartawan usai upacara TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 105 tahun 2019 di Lapangan SMP Katolik San Daniel Oepoli, Desa Netemnanu Utara, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang

Romo mengaku, perbatasan masih butuh banyak perhatian dari pemerintah, bisa dilihat kondisi saat ini yang hampir semuanya masih sangat terbatas,”ungkap Yoseph.

Masyarakat di Amfoang Timur memiliki potensi kekayaan alam yang melimpah terutama dari sektor pertanian, peternakan, dan kelautan.

Semua potensi ini belum dimanfaatkan secara baik untuk kemajuan dan kesejahteraan daerah perbatasan agar sejajar dengan daerah lainnya di Indonesia.

Mereka belum merasakan massa kebebasan meskipun negara (Indonesia) kita sudah merdeka selama puluhan tahun.

Kondisi sarana prasarana, infrastruktur yang memang masih terbatas sehingga warga masih sulit keluar dari keterisolasian.”

Pihak gereja juga terus berjuang menyadarkan warga bahwa mereka masih dan tetap menjadi bagian dari NKRI meskipun banyak aspek pembangunan yang belum bisa dinikmati.

Sedangkan, pembangunan infrasruktur yang dirasakan warga di wilayah perbatasan lebih banyak disentuh melalui kegiatan pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Pembangunan yang diwujudkan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang digelar selama beberapa tahun terakhir.

Beberapa fasilitas keagamaan yang dibangun melalui TMMD 2019 di antaranya dua rumah pastoral dan satu gereja dan diikuti dengan sosialisi tentang berbagai hal untuk pembangunan sumber daya manusia.

“Ini menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran negara, namun masih terbatas sehingga kita berharap ini menjadi pintu masuk agar pemerintah lebih gencar lagi membangun perbatasan,” jelas Yoseph.

(Ptr/mli)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here