Home Ekbis Penggugat Ajukan Lima Alat Bukti di Sidang Kasus Bank NTT

Penggugat Ajukan Lima Alat Bukti di Sidang Kasus Bank NTT

225
0
SHARE

Kupang — Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang, Nusa Tenggara Timur NTT kembali gelar sidang perkara gugatan dengan penggugat Boby Hartono Tantoyo melawan Bank NTT sebagai tergugat kasu pemblokiran rekening nasabah.

Sidang berlangsung pada, Senin 29 juli 2019 sekitar pukul 14.25 wita di ruangan Cakra lantai I Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang Jl Palapa, Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Agenda sidang hari ini mengajukan lima dokumen sebagai alat bukti dalam sidang gugatan atas pemblokiran sepihak oleh Bank NTT, “kata Kuasa hukum penggugat Boby Hartono Tantoyo SH (44), Lesly Anderson Lay SH bersama Arnold JF Sjah SH, Petrus Ufi SH, San Fattu SH dan Tommy Jacob SH.

Menurut Lesly, alat bukti yang diajukan sebagai alat bukti ada lima surat sebagai dokumen alat bukti dalam sidang,”ujar Lesly.

Alat bukti tersebut terdiri dari surat keterangan penolakan oleh Bank BRI atas dasar pemblokiran rekening milik penggugat oleh tergugat, rekening giro milik penggugat sebagai nasabah dari tergugat, surat permohonan informasi oleh penggugat kepada tergugat terkait dana yang masuk untuk pekerjaan peningkatan jalan Bali Biu, surat permohonan klarifikasi oleh penggugat yang mempertanyakan alasan pemblokiran, dan surat pengaduan dari penggugat kepada OJK.

Sedang John Y.Y. Saban dan Virgiawan Manu dari pihak Bank NTT sebagai tergugat mengajukan sebanyak 18 dokumen surat dalam sidang tersebut. Dokumen tersebut terdiri dari surat perjanjian kredit, surat permohonan perpanjangan kredit, persetujuan perubahan perjanjian kredit, surat penyelesaian kredit, surat klarifikasi hingga rekening koran giro milik penggugat.

Lesly mengaku pihaknya mengajukan lima alat bukti dalam sidang tersebut,”jelasnya.

“Pada prinsipnya penggugat telah menunjukan pembuktian surat, salah satunya adalah surat pernyataan penolakan kliring penggugat yaitu surat dari PT Bank BRI Cab Kupang tanggal 6 sep 2018,” ujar Lesly.

Surat penolakan kliring tersebut, jelas Lesly pada intinya menyatakan alasan penolakan kliring karena rekening giro milik penggugat telah diblokir oleh instansi yang berwenang.

“Pihaknya mempertanyakan alasan pemblokiran karena dalam aturan perbankan, pemblokirannya harus hanya bisa dilakukan oleh instansi yang berwenang disertai surat bukti.

Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim A. A. Made Aripathi Nawaksara, S.H.,M.H., didampingi anggota majelis Budi Aryono, S.H.,M.H., dan Anak Agung Gde Oka Mahardika, S.H, sedangkan penggugat didampingi oleh tim kuasa hukumnya Lesly Anderson Lay SH bersama Arnold JF Sjah SH, Petrus Ufi SH, San Fattu SH dan Tommy Jacob SH, hadir pulang tim kuasa hukum dari bank NTT, John Y.Y. Saban dan Virgiawan Manu .

(imi/bdu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here