Home Hukrim Kasus Pembunuhan Sadis Belum di Ungkap Oleh Polres Sumba Barat, Keluarga Korban...

Kasus Pembunuhan Sadis Belum di Ungkap Oleh Polres Sumba Barat, Keluarga Korban Lapor Ke Polda NTT

1810
0
SHARE

Sumba Barat – keluarga Korban Melalui kuasa hukumnya Lesly Anderson Lay, SH laporkan Kasus Pembunuhan sadis yang di tangani Polres Sumba Barat ke Polda Nusa Tenggara Timur NTT pada jumad (9 Agustus 2019) sekitar jam 12. 16 wita siang tadi.

Miris, Kasus pembunuhan sadis di Desa Matapaywu, Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya pada Kamis 11 Juli 2019 lalu hingga kini belum diungkap oleh Polres Sumba Barat.

Padahal, Kasus itu berawal dari pengukuran lahan oleh aparat desa itu menewaskan Lelu Lolo. Sementara adik kandungnya, Lende Umbu Lando, memperbaiki luka berat.

Meski sudah menyelesaikan beberapa saksi, polisi belum berhasil memenangkan para pelaku pembunuhan. Pasca kejadian, keluarga korban pun terus mendapat ancaman dari kejahatan.

“Lelu Lolu meninggal, kami belum bisa masuk penjara, satu lagi nyawa hilang baru kami masuk penjara,” ungkap isteri korban, MRN (40) menirukan ancaman pembunuhan, Jumat (8/8/2019).

Demi memproses hukum para pelaku, MRN didampingi memerintahkan hukumnya, Lesly Anderson Lay dan Arnold Johni Sjah, SH, M.Hum mendatangi Polda NTT, Jumat 9 Agustus 2019.

Surat yang dikirim kepada Dirkrimum Polda NTT, Bidang Pengawasan Penyidik ​​dan Bidang Pengaduan Masyarakat (Dunmas) Polda NTT. Di ruang Dunmas, otoritas hukum dan isteri korban diterima staf Dunmas, Dirga Agus T.

“Kita laporkan ke Polda NTT untuk mengetahui proses penyelesaian kasus ini, karena sampai detik ini belum ada yang tersangkanya. Surat ini Cq. ke Kapolda NTT, dan tembusan ke Kapolri Cq. Bidang Wasidik Polri, ”ujar Lesly.

Ia mengatakan, sesuai ketentuan pasal 13 UU Nomoro 2 Tahun 2002 tentang kepolisian negara republik Indonesia, tugas pokok polisi adalah keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakan hukum, memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.

Namun, dalam kasus ini, pelapor dapat menangani perkara pembunuhan dan penganiayaan itu tidak perlu profesional dan serius oleh penyidik ​​Polres Sumba Barat dan merasa dirugikan kepentingan hukum keluarga korban sebagai pelapor.
“Buktinya, sampai saat ini, masih berkeliaran dan menimbulkan rasa tidak aman untuk keluarga korban. Padahal, saksi sudah menyaksikan semua, ”tandas Lesly.

Menanggapi laporan korban dan kuasa hukum, Staf Dunmas, Dirga Agus T mengatakan, lewat surat itu Polda NTT yang ditransfernya akan meminta klarifikasi Polres Sumba Barat terkait penanganan kasus itu. Hasil klarifikasi itu, kata Dirga, akan dikirim ke keluarga korban melalui kuasa hukum.

“Kita akan meminta klarifikasi, jika lambat kita akan panggil penyidiknya menghadap. Diminta nanti. Dan, jika masih ada kejanggalan, korban bisa menyurati kembali meminta klarifikasi tambahan, ”ujar Dirga.

Tim kuasa hukum, Arnold Johni Sjah, SH, M.Hum menilai Polres Sumba Barat. Padahal, menurut keterangan korban luka berat saat itu berada di lokasi kejadian, orang-orang yang terlibat adalah, Andreas Umbu Lado, aparat desa setempat, Oktavianus Umbu Deta selaku sekertaris desa, Yosafat Umbu Robaka selaku sekertaris, BPD dan Eliakim Umbu Zogara.

Ironisnya, kata dia, hingga saat ini, orang-orang yang berhasil menguatkan sebagai yang melawan belum ditangkap polisi.

Lambatnya penanganan perkara ini, menurut Arnold, selain meresahkan keluarga korban karena pertanggungjawaban, juga akan mempersulit proses penanganan masalah ini karena ada pertanggungan yang melibatkan diri sendiri, menghilangkan barang bukti yang malah mengulangi tindakannya.

“Sesuai pasal 184 UU No. 8 Tahun 1981 tentang hukum acara pidana, sudah ada dua surat bukti yang sah, saksi, ahli, surat dan petunjuk yaitu persesuaian antara bukti dan barang bukti dan fakta dari para korban Setujui persetujuan demi tersangka, ”imbuh Arnold.

Ia meminta Kapolda. NTT dapat memberi atensi atas penyelesaian kasus itu dan memberi izin kepada Kapolres. Sumba Barat agar segera menyetujui tersangka dan menahan para pembela demi kepentingan dan bantuan hukum bagi para korban dan keluarga demi kesejahteraan.

Terpisah, Kapolres Sumba Barat, AKBP Michael Irwan Thamsil saat meminta belum memberikan keterangan jelas karena masih berada di luar daerah.  “Saya masih di luar kota mas, nanti kembali saya cek ya,” katanya singkat.

(rju / ayu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here